Dkr Banjar -Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Buleleng, menggelar Bimbingan Teknis Pramuka Sebagai Duta Prubahan Dalam Tatanan Kehidupan Baru yang bersinergi dengan Dinas Kesehatan Buleleng. Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Buleleng, menggelar Bimbingan Teknis Pramuka Sebagai Duta Prubahan Dalam Tatanan Kehidupan Baru yang bersinergi dengan Dinas Kesehatan Buleleng. Kegiatan ini Berlangsung di Hotel Puri Saron Lovina dengan menerapkan Prokes Kesehatan. Jumlah peserta terkonfirmasi memcapai 212 yang di bagi menjadi dua pola yaitu pola tatap muka sejumlah 40 orang dan sisa peserta melalui virtual zoom. Pelaksanaan yang berlangsung dari pukul 14.00 wita sampai dengan 17.00 wita di buka secara langsung oleh Ketua Kwarcab Buleleng Gede Suyasa.
Gede Suyasa mengungkapkan, semua stake hollder diharapan bisa menjadi duta prubahan prilaku dan khusnya anggota pramuka. “Pramuka di harapkan bisa tampil eksis di dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan, semua stake hollder diharapkan bisa menjadi duta prubahan prilaku dan pramuka mengambil peran itu, dan juga para calon duta itu harus mendapat pembekalan”. Ungkapnya di sela sela kegiatan.
Suyasa menambahkan, dalam pendistribusian gerakan pramuka khususnya Pramuka buleleng siap jika dibutuhkan. “Kita selalu siap jika di butuhkan, untuk itu kita siapkan SDM untuk nanti siapa yang di hadirkan di tim-tim tertentu sehingga jika mereka sudah masuk tim, mereka sudah siap” tutupnya.
BANJAR, Dinas Sosial Kabupaten buleleng bersama dewan kerja ranting banjar telah melaksanakan kegiatan bantuan sosial pada hari minggu tanggal 20 desember 2020 yang berlokasi di desa temukus kecamatan banjar kabupaten buleleng. Dimana bantuan diberikan berupa sembako (beras dan lauk pauk) dan satu tempat tidur beserta 2 bantal. Keluarga ini diberikan bantuan karena kurang mampu dari segi ekonomi maupun tempat tinggal.
Bantuan ini diberikan oleh pramuka peduli secara langsung dikarenakan pihak warga setempat kurang mampu membantu keluarga ibu Luh Sumiati. Bantuan ini disalurkan kepada ibu Luh Sumiati berusia 80th yang menderita lumpuh selama 2 tahun terakhir ini. Beliau beserta keluarganya tinggal di rumah yang tidak layak dihuni dan dekat dengan pesisir pantai di banjar dinas pegayaman, desa temukus. Menurut penjelasan anaknya. “ Ibu saya sudah sakit selama 2 tahun dan menderita penyakit lumpuh, kondisi rumah saya sangat buruk, ketika sedang musim hujan air laut akan naik dan masuk kerumah. Apabila ada yang memberikan sumbangan berupan karung, saya akan menggunakannya sebagai dinding rumah untuk menghidari masuknya air laut kedalam rumah.”
Salam Pramuka. Hallo Kakak-Kakak Pramuka! Pada kesempatan kali ini kakak dari Dewan Kerja Ranting Banjar (DKR Banjar) akan memaparkan materi tentang Morse. Nah, Morse itu memang tidak asing lagi dengan pramuka, perlu kalian ketahui bahwa Morse itu sangat penting bagi kita semua, selain itu Morse sering digunakan dalam organisasi kepramukaan, pendaki, TNI. Nah, siapa ni yang belum tahu apa itu morse dan sejarahnya ?
Nah, dalam gerakan Kepanduan atau Pramuka, Sandi Morse dipelajari sebagai salah satu bentuk keterampilan. Kode ini disampaikan dengan menggunakan senter atau peluit. Peluit ditiup dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan durasi panjang untuk mewakili garis, Kode yang paling terkenal dalam Sandi Morse adalah SOS, digunakan untuk memanggil bantuan, biasanya oleh pelaut di kapal yang sedang berlayar di laut lepas, jika berada dalam situasi berbahaya dan darurat.
Sebagai seorang anggota Pramuka yang memiliki kemampuan menerima dan mengirimkan Sandi Morse dengan baik berpeluang menerima penghargaan berupa Tanda Kecakapan Khusus, Sandi Morse ini biasa digunakan dalam setiap kegiatan pramuka seperti memanggil semua anggota pramuka untuk kumpul, pelaksanaan wide games, outbond dan lain sebagainya.
Nah, Durasi pengiriman sandi morse ini diukur dalam satuan kata per menit atau yang disingkat menjadi WPM (word per minute). Pengiriman ini berkisar di antara 8 sampai 50 WPM dalam penggunaan secara umum melalui jaringan radio atau jaringan media lain. Ada berbagai cara penggunaan dan penyampaian sandi morse yaitu:
MENGGUNAKAN SUARA DENGAN PELUIT Kode morse yang menggunakan suara pendek untuk kode titik ( . ), sedangkan suara panjang digunakan untuk mewakili kode garis ( – ). Durasi suara pendek adalah 1 detik sedangkan suara panjang adalah 3 detik. Tidak ada jarak antar kode dalam satu huruf, antar huruf memiliki jarak 1 detik dan antar kalimat diberi jarak 3 detik.
MENGGUNAKAN TULISAN Tulisan berupa simbol yang digunakan adalah titik ( . ) dan garis ( – ). Biasanya, kode dari masing-masing huruf ini dipisahkan dengan menggunakan tanda miring ( / ). Tetapi ada juga yang menggunakan tanda miring ini untuk membatasi tiap kata atau kalimat.
MENGGUNAKAN GERAK Gerak yang digunakan untuk mengirimkan sandi morse dapat berupa kepulan asap, bendera, lambaian tangan, dan lain sebagainya.
MENGGUNAKAN CAHAYA Cahaya juga dapat digunakan untuk mengirimkan sandi morse. Contoh penggunaannya adalah dengan menggunakan cahaya lampu, nyala api atau bisa juga dengan senter.
MENGGUNAKAN DENYUT LISTRIK Sandi morse dengan menggunakan denyut listrik dapat dilakukan dengan menggunakan kabel telegraf.
MENGGUNAKAN CERMIN Cermin yang digunakan untuk mengirimkan sandi morse membutuhkan bantuan sinar matahari. Sinar matahari dipantulkan pada cermin untuk memenunjukkan sinar yang lama untuk kode garis dan sinar yang sebentar untuk kode titik.
MENGGUNAKAN RUMPUT ATAU TUMPUKAN BATU Rumput dan batu juga dapat ditata sedemikian rupa unuk mewakili kode-kode morse.
Nah, Kalian pasti bingungkan bagaimana cara menghafalkan semua alfabet morsenya, cara yang paling cepat untuk menghafalnya sebagai berikut:
Pengelompokan alfabet dengan morse yang saling berkebalikan.
E : . >< T : –
I : .. >< M : —
S : … >< O : —
H : …. >< KH : —-
Pengelompokan alfabet dengan sandi morse saling berlawanan
A : .- >< N : -.
U : ..- >< D : -..
V : …- >< B : -…
W : .– >< G : –.
Y : -.– >< Q : –.-
Pengelompokan alfabet sandwich
K :-.- >< R : .-.
X :-..- >< P : .–.
F :..-. >< L : .-..
Pengelompokan alfabet yang tidak memiliki pasangan