Salam Pramuka.
Hai Scouter ! Pada kesempatan ini kakak dari Dewan Kerja Ranting Banjar (DKR Banjar) mau membagi materi tentang SEMAPHORE. Sebelumnya, kalian pasti tau bukan dengan semaphore? Nah, kali ini kakak akan memperkenalkan lebih jauh tentang apa itu semaphore, sejarah semaphore, dan yang pasti cara menggunakan semaphore.
Pengertian Semaphore

Sebernya apa sih itu semaphore? Semaphore adalah suatu isyarat atau pesan yang dikirim ataupun diterima dengan menggunakan bendera. Bendera yang digunakan untuk mengirim pesan ada dua dan memiliki ukuran 45 cm x 45 cm. Bentuk bendera semaphore yaitu bentuk persegi, yang merupakan gabungan dua segitiga sama kaki yang berbeda warna, panjang tongkatnya yaitu 60 cm. Warna yang biasa digunakan yaitu warna merah dan kuning, kemudian warna merah selalu berada di dekat tangkai bendera.
Sejarah Semaphore

Penemu semaphore adalah Claude Chappe yang berasal dari Prancis. Pada tahun 1792, Claude Chappe menunjukkan sistem komunikasi praktis semaphore, yang akhirnya membentang ke seluruh Prancis dan itu adalah sistem telekomunikasi praktis pertama pada zaman industri, sehingga menjadikan Chappe dikenal sebagai sang maestro telekomunikasi di masanya.
Nah, sekarang kita lihat gambar Claude Chappe dulu yuk
Ok, itu dia yang bernama Claude Chappe.
Sekarang kita lanjut tentang sejarahnya ya.
Kemudian, Claude dan saudaranya membangun 15 jaringan relay pertama yang menghubungkan Paris dan Kota Lille yang masing- masing stasiun relayditempatkan pada jarak 10-25 km antara satu dengan yang lainnya. Sistem komunikasi smapore kemudian digunakan oleh pemerintah Prancis sebagai sistem komunikasi jarak jauh. Pesan pertama dikirim pada tanggal 2 maret 1971 dari jarak 16 km pesan itu terbaca “si vous, reussissses, vous serez bientot couvert de glorie” yang artinya jika kamu berhasil kamu akan segera bergelimang dalam kejayaan pertama ini yang disampikan menggunkan bendera
hitam putih dan diamati dengan bantuan alat teleskop serta memiliki buku sandi sistem smapore pertama ini bersifat militer, sehingga tidak semua orang
bisa mengerti kode-kode yang disampaikan. Teknologi menara smapore ini pun mulai menyebar ke negara-negara Eropa lainnya dan yang awalnya hanya khusus untuk komunikasi militer kemudian berkembang menjadi komunikasi untuk berdagang. Pada awalnya Clude Chappe menamai alat temuannya dengan nama Tachygraph yang memiliki arti penulis cepat kemudian atas saran temannya Tachygraph berubah menjadi Telegraph yang berarti penulis jauh.
Cara Menggunakan Semaphore
Cara menggunakan semaphore sangat mudah, pengirim pesan hanya menggunakan gerakan lengan atas untuk mengirim pesan. Posisi kaki harus tegak namun tetap fleksibel sedangkan siku dan pergelangan tangan harus tetap lurus. Intinya pengirim pesan harus tetap rileks dalam pengiriman pesan. Selain menghafal kode smapore, kalian juga harus tahu tata cara pengiriman pesan dengan bendera semaphore, yaitu :
1) Jika ingin mengirim pesan kalian harus mengawali dengan tanda perhatian yaitu URN itu berarti pengirim pesan siap mengirim pesan
2) Jika penerima siap menerima pesan maka si penerima mengirim huruf K
3) Jika penerima belum siap menerima pesan maka mengirim huruf Q
4) Jika pengirim mengirim kesalahan maka si pengirim mengirim huruf E sebanyak 8 kali
5) Jika penerima ingin mengulang pesan yang dikirim maka si penerima akan mengirim kata IFI
6) Jika penerima menerima pesan dengan baik maka si penerima mengirim huruf R
Untuk mengakiri pesan si pengirim akan mengirim pesan AR yang berarti pesan berakhir.
Adapun isyarat – isyarat yang digunakan, antara lain :

Itulah cara – cara yang digunakan dalam mempelajari isyarat semaphore atau semafor serta ketentuan dasar mengirim dan menerima isyarat semaphore. Dan untuk hal – hal lainnya akan dibahas di lain kesempatan. Yang terpenting sekarang kalian sudah paham dan tau sejarah, pengertian, dan juga cara menggunakan semaphore. Sekian dulu ya, sampai jumpa dilain kesempatan. Eitss, Jangan lupa cek akun sosial media kita dan cek video terbaru kita di bawah ini :
Instagram : https://www.instagram.com/info_dkrbanjar
Facebook : https://www.facebook.com/dkr.banjar
Youtube : https://youto.be/WiVnJb3sTIE
Penulis : Eka Putri (SH – 004)