
Hii… Scouters… Di masa Pandemi Covid-19 ini memang membuat kita stress kejenuhan atau kebosanan ada lho, cara mengurangi stress tersebut! Salah satunya dengan cara yang anda lakukan saat ini yaitu membaca. Apalagi Kali Ini kita akan membahas salah satu anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) Banjar yang ahli dalam hal memecahkan misteri. Bukan hanya itu ia juga jago memasak lho!. Sangat menarik bukan ? udah ahli dalam berbagai bidang cantik pula !, idaman pria banget nih. Tanpa basa-basi langsung aja kita bahas sosok misterius tersebut.
Namanya yaitu Kadek Ayu Kumara Adnyani kerap dipanggil Ayukum oleh rekan rekannya. Merupakan buah hati dari pasangan Bapak Made Ermawan dan Ibu Made Utari Dewi. Lahir pada 2 Maret 2002 di Buleleng. Wah ini mah Zodiaknya Pisces cocok banget dengan Zodiak Aries. Ohh.. iya, Kak Ayu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara lho!
Prestasi yang pernah ditoreh oleh Kak Ayu seperti juara 2 umum dalam ajang lomba membuat short movie dengan tema”POTRET UMAT HINDU DI ERA MILENIAL”yang diselenggarakan oleh Paiketan Krama Bali yang bekerja sama dengan Universitas Hindu Indonesia. Bukan hanya itu, gadis yang aktif dalam berorganisasi tersebut juga menorehkan prestasi dalam lomba memperingati kemerdekaan Indonesia yaitu lomba gerak jalan. Kak Ayu dipercaya sebagai danton dalam regunya dan memperoleh juara 1 dua kali berturut-turut lho!
Perjalanan di dunia kepramukaan dimulai dari hanya sekedar tahu apa itu pramuka. Saat itu ia menempuh pendidikan di SD N 3 Busungbiu yang tidak jauh dari rumahnya. Menurut Kak Ayu pengertian pramuka saat itu ialah hanya ekstrakurikuler yang harus diikuti agar naik ke kelas berikutnya. “awalnya saya berfikir kalau ekskul Pramuka itu hanya sebagai kegiatan tambahan untuk melengkapi nilai di rapot agar bisa naik kelas”. Ungkap gadis kembar kelahiran 18 tahun lalu.
Setelah lulus SD Kak Ayu bersekolah di SMP N 1 Busungbiu sekaligus kegiatan kepramukaannya berpangkalan di sekolah tersebut. Semenjak SMP Kak Ayu mulai tertarik dengan kegiatan kepramukaan walaupun saat itu ia hanya ikut-ikutan doang.
Lalu mengenyam pendidikan di SMAN 1 Banjar. Saat SMA inilah gadis yang memiliki kembaran bernama Dewi Kumari itu bergabung dengan keanggotaan DKR Banjar sebagai anggota bidang kegiatan kepramukaan. Dengan mengikuti keanggotan DKR Banjar, Kak Ayu mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan pramuka. Hal yang membuatnya bangga dalam mengikuti kegiatan kepramukaan adalah rasa solidaritas yang tinggi. Karena hal tersebutlah Kak Ayu ingin mengikuti kegiatan kepramukaan yang lebih lanjut lagi.
Merupakan anggota DKR periode 2019-2021, Kak Ayu bersama rekan-rekan anggota DKR banjar sudah pernah melakukan berbagai kegiatan seperti bakti sosial peduli sampah plastik dan peduli sesama dengan memberikan bantuan ke orang yang membutuhkan.

Setelah banyak hal kegiatan pramuka yang Kak Ayu ikuti itupun mengubah pandangannya terhadap pramuka itu sendiri, sekarang Kak Ayu beranggapan bahwa mengikuti kegiatan pramuka itu merupakan bentuk abdi negara. Karena hanya ekstrakurikuler sekolah inilah yang dimanfaatkan pemerintah untuk peserta didik agar peduli sesama, peduli lingkungan, rasa solidaritas, dan juga untuk pendidikan dini tentang cara hidup survive yang membentuk karakter peserta didik agar kreatif memanfaatkan bahan-bahan dan alat sekitar untuk hidup.
Dalam hal ini ia menyadari bahwa pramuka merupakan sebagai perekat sesama, salah satunya saling tolong menolong serta memiliki jiwa sosial. Maka timbulah persepsi tak akan ada rasa sling meretakkan karena di pramuka kita menyatukan beberapa insan tanpa memandang apa pun itu baik fisik,dan mental.
“Pramuka Merekatkan Bukan Meretakan. Kata merekatkan memiliki banyak makna , salah satunya saling tolong menolong serta memiliki jiwa sosial maka timbul persepsi tak akan timbul rasa sling meretakkan karna di pramuka kita menyatukan beberapa insan tanpa memandang apa pun itu baik fisik,dan mental. Di pramuka kita brsatu mnjadi satu dimna awlnya kita tidak sling kenal berubah menjadi kenal. Seperti pepatah bilang tak kenal maka tak sayang, begitu juga kalo kita ikut kegiatan apa pun itu kita diajak untuk saling merangkul, bahu membahu, saling menjaga, saling menghormati. Dipramuka pula kita diajarkan untuk saling menghargai baik kepda siapapun tanpa harus memandang jabatan. Dan di pramuka kita saling rangkul bukan saling menjatuhkan”. Tutup gadis yang bercita-cita mau ke jepang.
Penulis : Gede Galang Kusumadinata
Bidang : Evaluasi















