
Hy kakak-kakak sekalian
Hari ini kita akan membahas salah satu profil dari Anggota DKR Banjar masa bakti 2018-2021. Penasaran??? Mari kita ulas selengkapnya dalam profil berikut ini.
PUTU ASRI WANGI, atau sosok yang akrab disapa Asri ini merupakan salah satu lulusan dari SMP N 2 Banjar. Ia lahir di Desa Kayuputih, 30 Desember 2003. Asri sendiri merupakan anak sulung dari empat orang bersaudara, yang terlahir dari pasangan KETUT BUDIASA dan PUTU SURIANI
Asri sendiri saat ini merupakan salah seorang pelajar yang tengah menempuh pendidikannya pada jenjang SMA di salah satu Sekolah Menengah Atas yang berlokasi di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Sekolah yang dimksudkan ialah SMA N 1 BANJAR. Asri sendiri saat ini sudah menginjak bangku kelas XI SMA dan memilih bidang jurusan MIPA. Di sekolahnya saat ini yaitu SMA N 1 Banjar, Asri sendiri merupakan salah seorang siswi yang sangat dikenal disana. Bahkan dapat dikatakan tidak ada seorang pun anggota sekolah yang tidak mengetahuinya, atau dapat dikatakan bahwa ia merupakan sosok yang popular disekolahnya. Hal ini karena ia merupakan sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan dan juga kemampuan dalam berorganisasi yang terbilang sudah cukup mumpuni bagi remaja sebayanya. Dikarenakan kemampuan yang dimilikinya tersebut, maka akhirnya terpilihlah ia untuk mengemban tanggung jawab dan tugas sebagai Ketua OSIS di SMA N 1 Banjar tempatnya bernaung saat ini, melalui pemilihan oleh seluruh warga sekolah.

Nah didalam bidang Kepramukaan sendiri, Asri baru mulai mengenal dan mengikuti yang namanya Pramuka ini terhitung semenjak ia mulai mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama atau SMP. Namun Asri sendiri sangat menyayangkan keikutsertaannya tidaklah begitu mendalam. “Sayangnya dulu saya ikut serta, namun tidak begitu mendalam dan juga seadanya”. Tutur Ketua OSIS SMA N 1 Banjar ini.
Namun akhirnya ia mulai benar-benar berkecimpung dengan serius di dunia Kepramukaan setelah ia mulai melanjutkan pendidikannya di tingkat Sekolah Menengah Atas. Keseriusannya ini telah ia buktikan dengan join kedalam oraganisasi Kepramukaan di tingkat ranting yaitu DKR Banjar. Dan juga pasca ia mulai berorganisasi di DKR ini, kemampuan yang dimiliki sudah tidak bisa dianggap remeh lagi. Berbagai kegiatan Kepramukaan sudah pernah ia lalui dengan segenap kemampuannya.
Namun sangat disayangkan karena usaha Asri dalam berorganisasi ini sempat tidak didukung oleh Ibunya karena dianggap mengganggu jam untuk belajarnya dengan serius. Melihat situasi ini, Asri tidak menyerah begitu saja akan keadaan yang ada, dan ia justru membuktikan bahwa ia tetap mampu mengatur waktu antara berorganisasi dan waktunya untuk belajar. Bukti nyata yang ditunjukannya adalah ia berhasil meraih juara di sekolahnya meskipun ia tetap berorgasisasi.
“Pramuka adalah waktu. Di Pramuka lah kita mengenal pembagian waktu yang sangat optimal. Dan tentunya ini merupakan yang diperlukan dalam mengarungi kehidupan kedepannya”. Ungkap Asri dengan semangatnya. Asri kembali menjelaskan bahwa sebenarnya Pramuka adalah bekal hidup untuk kedepan dengan Dasa Dharma dan Trisatya yang menjadi penopangnya. Untuk itulah ia mengatakan bahwa jika ada yang akan atau ingin masuk pramuka tidak perlu ragu karena itu keputusan yang tepat menurut pengalamannya.
Penulis : Ketut Erinnathalia
Bidang : Kajian Kepramukaan











