Halo gays, kali ini saya akan membahas salah satu anggota DKR angkatan ke-2 masa bakti 2018-2021 .Siapakah dia?
Ya….dia adalah Putu Ulan Juliantari
Ok kita mulai saja pembahasannya,Ulan Juliantari wanita cantik yang berkelahiran Bengkel,2 juli 2003 tersebut.ternyata masih duduk di bangku sekolah,sekarang iya kelas XI dan bersekolah di SMANSABAR.
Putu Ulan Juliantari
Ulan merupakan anak pertama dari pasangan Kadek Sumada dan Ketut Meni .Disekolah iya sangat aktif dalam organisasi,buktinya iya mengikuti beberapa organisasi seperti OSIS dan PRAMUKA ,selain itu dia juga ikut saka bhayangkara.
Gengsi Bukankanlah halangan untuk mengembangkan jiwa wirausahanya. Wanita yang lebih akrab di panggil ulan tersebut ternyata sangat tangguh buktinya pulang sekolah dia tidak seperti anak pada umumnya melainkan iya harus jualan terkadang sebelum sekolah iya harus belanja untuk kebutuhan jualan nantinya. “Di Pramuka saya diajarkan mandiri dan lebih dewasa. Saya di rumah sebelum sekolah pagi pagi saya membeli bahan dagangan yang di jual nanti sore sepulang sekolah. Di masa pandemi ini karna sekolah belajar lewat online jadinya kerjaan saya bisa diatur lebih leluasa. Intinya jangan pernah gengsi untuk memulai, selama kita punya komitmen dan semangat lanjutkan saja”. Ujar Ulan.
Putu Ulan Juliantari
Iya mulai berkecimpung di PRAMUKA sejak duduk di bangku sekolah dasar dan mendalaminya sejak SMA.Pada awalnya iya ikut sebagai ambalan MAHADEWA MAHADEWI dan pada 2018 iya ikut dalam perekrutan DKR akhirnya sekarang iya tergabung ke DKR dan iya berada di sie-evaluasi .
Ada berapa harapan dari ulan untuk adik -adiknya untuk kedepan !
“kakak termasuk DKR pertama,walaupun sebenarnya tidak .Proker DKR sekarang yang belum terlaksanakan karena banyak sebab harapan kakak nanti penerus kakak memiliki proker yang lebih baik lagi dari sebelumnya dan kegiatannya yang dimiliki DKR selanjutnya lebih bergengsi dari pada kegiatan DKR daerah lain.
Hari ini kita akan membahas salah satu profil dari Anggota DKR Banjar masa bakti 2018-2021. Penasaran??? Mari kita ulas selengkapnya dalam profil berikut ini.
PUTU ASRI WANGI, atau sosok yang akrab disapa Asri ini merupakan salah satu lulusan dari SMP N 2 Banjar. Ia lahir di Desa Kayuputih, 30 Desember 2003. Asri sendiri merupakan anak sulung dari empat orang bersaudara, yang terlahir dari pasangan KETUT BUDIASA dan PUTU SURIANI
Asri sendiri saat ini merupakan salah seorang pelajar yang tengah menempuh pendidikannya pada jenjang SMA di salah satu Sekolah Menengah Atas yang berlokasi di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Sekolah yang dimksudkan ialah SMA N 1 BANJAR. Asri sendiri saat ini sudah menginjak bangku kelas XI SMA dan memilih bidang jurusan MIPA. Di sekolahnya saat ini yaitu SMA N 1 Banjar, Asri sendiri merupakan salah seorang siswi yang sangat dikenal disana. Bahkan dapat dikatakan tidak ada seorang pun anggota sekolah yang tidak mengetahuinya, atau dapat dikatakan bahwa ia merupakan sosok yang popular disekolahnya. Hal ini karena ia merupakan sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan dan juga kemampuan dalam berorganisasi yang terbilang sudah cukup mumpuni bagi remaja sebayanya. Dikarenakan kemampuan yang dimilikinya tersebut, maka akhirnya terpilihlah ia untuk mengemban tanggung jawab dan tugas sebagai Ketua OSIS di SMA N 1 Banjar tempatnya bernaung saat ini, melalui pemilihan oleh seluruh warga sekolah.
Putu Asri Wangi
Nah didalam bidang Kepramukaan sendiri, Asri baru mulai mengenal dan mengikuti yang namanya Pramuka ini terhitung semenjak ia mulai mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama atau SMP. Namun Asri sendiri sangat menyayangkan keikutsertaannya tidaklah begitu mendalam. “Sayangnya dulu saya ikut serta, namun tidak begitu mendalam dan juga seadanya”. Tutur Ketua OSIS SMA N 1 Banjar ini.
Namun akhirnya ia mulai benar-benar berkecimpung dengan serius di dunia Kepramukaan setelah ia mulai melanjutkan pendidikannya di tingkat Sekolah Menengah Atas. Keseriusannya ini telah ia buktikan dengan join kedalam oraganisasi Kepramukaan di tingkat ranting yaitu DKR Banjar. Dan juga pasca ia mulai berorganisasi di DKR ini, kemampuan yang dimiliki sudah tidak bisa dianggap remeh lagi. Berbagai kegiatan Kepramukaan sudah pernah ia lalui dengan segenap kemampuannya.
Namun sangat disayangkan karena usaha Asri dalam berorganisasi ini sempat tidak didukung oleh Ibunya karena dianggap mengganggu jam untuk belajarnya dengan serius. Melihat situasi ini, Asri tidak menyerah begitu saja akan keadaan yang ada, dan ia justru membuktikan bahwa ia tetap mampu mengatur waktu antara berorganisasi dan waktunya untuk belajar. Bukti nyata yang ditunjukannya adalah ia berhasil meraih juara di sekolahnya meskipun ia tetap berorgasisasi.
“Pramuka adalah waktu. Di Pramuka lah kita mengenal pembagian waktu yang sangat optimal. Dan tentunya ini merupakan yang diperlukan dalam mengarungi kehidupan kedepannya”. Ungkap Asri dengan semangatnya. Asri kembali menjelaskan bahwa sebenarnya Pramuka adalah bekal hidup untuk kedepan dengan Dasa Dharma dan Trisatya yang menjadi penopangnya. Untuk itulah ia mengatakan bahwa jika ada yang akan atau ingin masuk pramuka tidak perlu ragu karena itu keputusan yang tepat menurut pengalamannya.
Salam Pramuka!!! , apa kabar semua ? kali ini saya akan membahas profile dari salah satu siswi di SMA Negeri 1 Banjar . Siapakah dia? Dia adalah Putu Samkhya Ananda Maheswari.
Okey mari kita bahas…
Putu Samkhya Ananda Maheswari
Kakak cantik ini kelahiran Singaraja,22 Agustus 2002 ini Yang sering di panggil dengan Nima , wahhhh panggilan yang cantik bukan? Dia tinggal di Dusun Tabog, Desa Kayuputih Kecamatan Banjar. Kak Nima merupakan anak ke empat dari pasangan I Nyoman Siaga dan Ni Made Mahendrayani. Kak Nima memiliki empat saudara yang dimana Kak Nima sendiri merupakan anak paling bungsu.Kegiatan Kak Nima Sendiri di rumah yaitu ia sangat aktif di Sanggar Puri Lumbung atau sering di kenal dengan Puri Pratita di Desa Munduk. Bahkan ia pernah mewakili lomba di berbagai tempat, mengikuti pentas seni seperti Festival dan terkenal di kalangan masyarakat. Banyak tarian yang mampu dia kuasai seperti Tari Cendrawasih, Tari Panyembrahma, Tari Oleg Tamulilingan, Tari Trunayaja dan masih banyak tari lainnya.
Disamping itu ia juga sering melalukan yoga di rumahnya bersma keluarganya. Ia juga pernah mengikuti atletik pada massa SD sampai SMP. Ia pernah memenangkan juara dua pada lomba atletik pada saat SD.
Ia merupakan alumni SD Negeri 4 Munduk. Ia sangat menyukai kegiatan pramuka karena pada saat SD di ajarin rigem (riang gembira) dan bernyanyi ria bersama teman-teman-nya.selain itu Pada saat SMP ia terpilih menjadi Kader Pramuka disekolahnya dan ia semakin menekuni kegiatan ke pramukaan. Oh iya.. siswi alumni SMP Negeri 2 Banjar ini juga memiliki nilai kelulusan yang sangat bagus.
Setelah tamat dari smp dia melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 1 Banjar . Dalam masa sma dia mengikuti organisai yang bernama Dewan Kerja Ranting Banjar, iya yang tidak jauh-jauh kaitanya dari pramuka. Pada periode tahun 2018 ia terpilih sebagai Anggota DKR Banjar dan dipercaya sebagai Bendahara II dan ia juga merupakan salsh satu anggota saka Bhayangkara. Ia mengikuti pramuka karena bagi ia pramuka sangat penting banginya.
“Pentingnya pramuka bagi kakak, yang utama itu meningkatkan disiplin diri dalam hal apapun kalo kakak disiplin itu sangat penting , selain disiplin, untuk menambah wawasan dalam berorganisasi, melatih diri untuk saling menghargai, belajar mengatur waktu , belajar hidup mandiri , belajar mencintai alam , melatih kepemimpinan dan kreativitas,berani,gotong royong,di kegiatan kepramukaan, disana kak belajar untuk saling membantu, belajar untuk saling melengkapi jika ada kekurangan, belajar mengatasi ego kakak disana”. Ungkap nima.
selain itu menurut kak nima dia juga belajar bagaimana arti kebersamaan “Arti sebuah kebersamaan bagi kakak tidak memandang siapapun itu, mau itu orang kaya, kurang mampu, cantik,ganteng, kakak gak peduliin itu, yang penting kita kerja sama dan saling mengerti satu sama lain dengan berusaha untuk menghargai pendapat sesame teman” ujarnya.
Oh iya kak nima sangat menyukai kegiatan api unggun di kepramukaan, hal ini dikarenakan saat kegiatan api unggun tersebut ia sering menenangkan diri dengan memejamkan mata dan berfikir kalau dengan keberadaan api unggun itu bisa membakar semua kegoisan kak nima, keletihan kak nima, dan semua beban-beban yang ia rasakan sehingga setelah itu ia merasa tenang.
Putu Samkhya Ananda Maheswari
Dan tidak lupa kalau kak nima tahun ini merupakan lulusan dari SMA Negeri 1 Banjar tahun ajaran 2019/2020, Dimana pada menjelang massa akhir jabatan ia tetap berharap pramuka baik itu DKR maupun Ambalan menjadi lebih baik. Meningkatnya kualitas. Dan itu dimulai dari diri sendiri. Apalagi pada DKR sangat harus memiliki tanggung jawab yang sangat penting. Kita harus pandai mengatur waktu siap kapanpun dipanggil dan itu merupakan kata pasti dan akan bersifat tak terencana. Kita harus kebal ketika di marahi oleh Pembina. Dan tidak membawa unsur paksaan.“Jadi kakak ingin kalian yang ikut pramuka tidak sia sia. Ikuti dengan tekun,semangat,percaya diri,dan tanpa unsur paksaan”.imbuhannya.
Motivasinya kak nima selama mengikuti DKR yaitu “ikuti lah kegiatan pramuka dengan keyakinan sendiri, ikuti pramuka sesuai kata hati, jika itu merupakan kemauan sendiri, itu akan lebih baik untuk diri kalian sendiri, kalian akan menjalani kegiatan pramuka dengan tulus” dan ia berpesan dipramuka yang ditekankan itu adalah menjaga sikap, menjaga bicara, meningkatkan kedisplin. Menurutnya perasaan malas dapat di hindari dengan memiliki motivasi yang tinggi Ia berkata bahwa ia juga sering merasa malas tetapi kak nima tetapi kak nima selalu mengatasinya dengan memberikan dirinya waktu untuk merenung dan menjalankan dengan ikhlas. Dan saran Kak Nima untuk generasi penerus DKR Banjar adalah “Harus bisa mengatasi ego masing masing , jangan ingin menang sendiri, selalu jaga kekompakan ,jaga sikap,jaga ucapan,disiplin,bertanggung jawab , sesuai dengan Dasa Dharma Pramuka”
Oh ya Rencana Kak Nima setelah lulus ia ingin melanjutkan kuliah di jurusan Analisi Kimia. Wahhh keren yaa … anak kimia hehehe, mungkin ada yang berminat satu jurusan siapa tau ketemu hehehe…
Ni Putu Candra Pratiwi atau bisa dipanggil Kak can dan Nda adalah gadis yang Lahir di Kayuputih, 21 Juni 2002. Dari pasangan Ni Made Ayu Artina Laksmi Dewi dengan Putu Gede Arimbawa. Dia adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya seorang wiraswasta dan ibunya seorang IRT (ibu rumah tangga). Gadis berparas agak tomboy ini memiliki hobi yang random. Kegiatan yang sering dilakukan adalah membaca novel dan main game. Di pramuka, jika urusan administrasi dan soal loby meloby Pembina dan orang “penting”, gadis jebolan SMAN 1 Banjar ini jagonya.
Ungkapnya berkecimpung di Pramuka sebenernya sudah sejak SMP,waktu SMP dia mengikuti kader (sebutan senior) tetapi tidak terlalu banyak mengikuti kegiatan cuma sekedar mengikuti, melaksanakan,dan bertanggung jawab. Setelah lulus di dari SMPN 2 Banjar, akhirnya kakak dari laura arista ini melanjukan pendidikan ke SMAN 1 Banjar yang tidak jauh dari rumahnya.
Di bangku SMA dia bertemu teman-teman pramuka waktu SMP dan ditambah teman-teman dari luar sekolah lain yg menyukai Kepramukaan. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari No Gudep untuk sekolahnya dan dia bekerja keras dari awal untuk membangkitkan ambalan lagi dan memenuhi program-programnya. “Sebenarnya Ambalan Mahadewa Mahadewi itu sudah ada sebelum angkatan saya, tetapi karena di sekolah belum terlalu mengerti Kepramukaan akhirnya organisasi tersebut tenggelam tanpa ada peresmian. dulu nama ambalan ini sudah digunakan untuk lomba maka dari itu sudah dikenal beberapa tokoh pramuka”. Terang Perempuan berzodiak cancer ini.
Akhirnya untuk melancarkan pencarian no gugus depan (GUDEP), langkah pertama bersama teman-temannya mencari anggota dan pengukuhan. Di Jenjang SMA itu adalah misi awal yang dilakukan. Dalam hatinya gadis kelahiran 18 tahun silam ini berjanji bahwa angkatannya, sebelum tamat harus bisa mendapatkan No Gudep dari Kwartir Cabang sebagai hadiah perpisahan untuk sekolahnya. Tiga tahun mengabdikan diri Dan akhirnya tercapai angan-angannya bisa mendapatkan no gudep. Menurutnya ini termasuk kado special untuk kelulusan buat dirinya dan angotanya.
“Dimasa Pandemi ini kita di gegerkan dengan adanya wabah Covid-19 (Corona) bahkan dampaknya hingga ujian dan kelulusan angkatan kamipun di tahun 2020 sangat berbeda di karenakan wabah ini. Ada rasa kekecewaan dalam hati saya sedikit itupun manusiawi. Namun didalam kekecewaan itu saya mendapatkan kado special dengan dikeluarkannya no gudep oleh kwartir cabang buleleng”.Paparnya.
Maka dari Misi yang dilakukan membuat dia bersemangat mengembangkan pramuka di tambah dia sudah mengikuti organisasi diranting, itu juga yang membuat dia bersemangat dalam mengembangkan Kepramukaan walaupun di desa tapi dia yakin kualitas tidak kalah dari yg di kota.
Waktu SMA dia banyak mengikuti kegiatan yaitu, Perekrutan DKR Banjar, Pengukuhan dan Pelantikan Aambalan, Perekrutan Saka Bhayangkara, Perekrutan Krida Inti Saka Bhayangkara, dan menjadi wakil ketua panitia lokabhara.
Ni Putu Candra Pratiwi
Dia sekarang menempati jabatan sebagai Wakil DKR Banjar,untuk mencapai posisi jabatan ini dia Pertama kali tidak niat untuk menjadi Wakil DKR Banjar,karena banyak menganggap dia mampu akhirnya dia dipilih menjadi wakil DKR Banjar.
Pengalaman yang dimilik bisa dibilang besar karena pertama kali jadi wakil ketua panitia lokabhara. Jadi lokabhara itu lomba satuan karya bhayangkara. Lomba itu boleh di ikuti oleh seluruh sekolah di kab buleleng. Waktu itu dia mengikuti lokabhara yg ke X tempatnya di SPN Singaraja ia mengikuti kegiatan tersebut selama 3 hari 2 malam.Sebenarnya waktu kegiatan ia tidak diijinkan kegiatan namun,ia tetep berpegang teguh untuk mengikuti karena dia menjadi wakil merasa tidak enak.Akhirnya dia bolak-balik Banyuatis – sgr supaya bisa mengikuti kegiatan. Dia menjadi Krida Inti Bhayangkara dan sudah di rekomendasikan untuk menjadi Wakil ketua. Akhirnya dia diterima. Dari kegiatan tersebut dia belajar bahwa organisasi dan kordinasi Itu bukan hanya tentang gimana kita kordinasi teman terdekat kita.
Dia memiliki harapan terhadap adik-adik Juniornya bahwa intinya siapapun penerus junior kalian bisa mempertahankan dan berkembang menjadi lebih baik. Semua bisa berjalan jika kalian mau satu tujuan dan kerjasama.Harus selalu ada kordinasi antara angkatan kalian dan senior. Jangan sampai lost contact dengan anggota apalagi senior. Kalian bisa terus membangkitkan nama Pramuka Banjar lewat Organisasi DKR Banjar.