Kategori
Biografi

Vira : Pengalaman di Pramuka Merubah saya.

Ni Putu Vira Sinta Rahayuni

Hy Guys, Mungkin beberapa dari pembaca ada yang belum tau siapa sosok cewek yang ada di foto diatas kan >_<. Nah dia adalah Ni Putu Vira Sinta Rahayuni atau yang akrab disapa Vira. Cewek kelahiran Banyuatis, 19 Januari 2003 ini adalah seorang siswi kelas XI di SMA Negeri 1 Banjar. Dia dipandang sebagai sosok yang bertanggung jawab, disiplin dan juga pandai  dalam mengatur keuangan. Oleh karena itu dia terpilih menjadi Bendahara 1 di Dewan Kerja Ranting Banjar.

Cewek berzodiak Capricorn ini sangat mudah bergaul, murah senyum dan memiliki banyak teman. Putri dari pasangan I Gede Agung Wahyu Arta dan Ni Wayan Rai Etika Wati ini sudah gemar mengikuti organisasi pramuka sejak SD karena menurut ia Pramuka itu Seru, dan tidak seperti ekstra lainya yang biasanya hanya dilaksanan didalam ruangan dengan pemberian materi saja. “Pramuka itu sangat seru, kegiatannya tidak mentok di ruangan saja. Berbeda dengan ekstra lain. Pramuka itu memiliki cirri khasnya. Ujarnya.

Dimana saat dia duduk di bangku sekolah dasar tepatnya di SD Negeri 18 Sesetan, dia pernah mewakili Gugus-nya untuk mengikuti kegiatan Jambore Ranting.

Setelah lulus SD Gadis yang akrab di sapa Vira melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 2 Banjar. Nah pada masa smp ini ia juga aktif dalam organisasi kepramukaan dengan terpilihnya ia menjadi kader (sebutan pramuka senior) pramuka di SMP-nya dan ia juga aktif mengikuti Persari (perkemahan satu hari) di SMP-nya, walaupun pada saat itu belum ada andalan di sekolahnya dia tetap bersemangat dalam kegiatan pramuka.

Tiga tahun berlalu Vira lulus SMP dan melanjutkan Pendidikan ke SMA Negeri 1 Banjar yang yang tidak jauh dari rumahnya. Dia melanjutkan pramukanya dengan menjadi kader pramuka di SMA Negeri 1 Banjar.  Ada cerita menarik nih saat disekolah  dimana para kader pramuka dipanggil untuk berkumpul. Nah Kak Dede dan Kak Candra (seniornya di pramuka) bertanya yang mau ikut rapat tentang pramuka di Kantor DisdikPora Wilayah Kecamatan Banjar (dulunya bernama Unit Pelaksana Pendidikan (UPP)), nah karena vira tertarik tentang rapat pramuka ini dia memberanikan diri angkat tangan untuk mengikuti rapat. Disaat ia dan perwakilan lainya megikuti rapat di kantor UPP banjar disaat itu mereka diberi tahu kalau mereka akan menjadi calon Dewan Kerja Ranting (DKR). Hal itu sempat membuat ia bingung karena ia belum tau apa itu DKR.

Saat itu dijelaskan sama Kak Zanji dan Kak Jana mulai dari apa itu DKR, fungsi DKR, tugas DKR. Seteleh itu Vira juga dipercaya untuk menjadi Pengurus inti DKR tepatnya menjadi Bendahara I ,setelah melewati latihan yang sulit saat itu. Selain pencapaiannya dengan terpilihnya ia sebagai pengurus inti di DKR dia juga mengikuti seleksi dalam pemilihan anggota krida Saka Bhayangkara dan dia terpilih menjadi anggota Krida TPTKP (Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara) selain itu dia juga sering menjadi panitia di acara kepramukaan seperti Panitia Kegiatan Dkr Competition (DKR-COM), Panitia Pelantikan DKR, Panitia Lokabara,Panitia Pelantikan Penegak tamu di Pangkalan, Panitia kegiatan Persari SD Negeri 1 Banyuatis.

Ni Putu Vira Sinta Rahayuni

Berkat banyaknya pengalaman yang ia dapat saat kegiaan pramuka dia merasa menjadi seorang yang lebih aktif di organisasi maupun dikelas, lebih berani berbicara didepan umum, lebih berani mengutarakan pedapat dan juga berani bertanya dan menjawab tanpa rasa ragu karena menurutnya sebelum ia mengikuti kegiatan kepramukaan dia adalah sosok yang introvert atau pendiam.

Vira memiliki harapan untuk Anggota DKR yang baru dilantik agar generasi selanjutnya lebih kreatif, berfikir cepat, memiliki tanggung jawab yang tinggi.“Harapanku semoga kalian DKR penerus bias lebih baik dari kita, bias lebih cekatan, kreatif, berfikir cepat, memiliki tanggung jawab yang tinggi, tidak setengah-setengah kalau bekerja, Ada rasa peka dalam melakukan kegiatan, membuat nama dkr banjar lebih baik, bisa membuat hal yang lebih dari dkr sebelumnya ( dalam hal yang positif) dan intinya bsia mengurus organisasi DKR Banjar dengan baik dan tidak berhenti di tengah perjalanan. Dan harapan Vira untuk Pramuka di Daerah Banjar khususnya semoga lebih eksis, lebih aktif, lebih jaya dan tetap Berjaya. Supayatidak kalah bersaing dengan pramuka di daerah perkotaan”. Tutupnya Penuh Harapan.

Penulis : Wayan Evan Ada Munayana 

Bidang Kajian Kepramukaan 

Kategori
Biografi

Trisila : Belajar Bersyukur di Pramuka.

Gusti Ayu Komang Tri Silayani

Gusti Ayu Komang Tri Silayani atau akrab dipanggil trisilia. Gadis Kelahiran Banjar 01 Juni 2001 sekarang menginjak umur 19 tahun. Dia anak ketiga dari tiga bersaudara dan anak dari pasangan Gusti Made Indra dan Gusti Made Murtini. Trisilia tinggal di Dusun Perampas Desa Banjar. Dari kelas 1 smp Trisilia sudah mengikuti extra pramuka karena di SMP ekstra tersebut wajib di ikuti dan juga Trisilia sudah menyukai pramuka karena menurutnya dapat menambah pengalaman, menambah teman,meningkatkan kedisiplinan,meningkatkan kreativitas,dan pramuka bisa belajar banyak hal terutama yg ada pada Tri  Satya dan Dasa Dharma.

               Selama Trisilia mengikuti kegiatan pramuka dia sudah pernah mengikuti beberapa lomba seperti : Championship (Saka Wirakartika ) III tahun 2017,LOKABHARA ( Saka Bayangkara ) IX Buleleng 2018, LOKABHARA (Saka Bayangkara) V Badung 2019, Kegiatan KIM ( Kursus Instruktur Muda Buleleng ) 2018, Lomba Paduan Suara (dalam rangka HARI Pramuka Lomba Pengucap Tri Satya dan Dasa Dharma ( dalam rangka Hari Pramuka). Selain dibidang pramuka,di pernah juga mengikuti lomba non-pramuka seperti, lomba Membuat Banten Pejati ( di gedung Department Agama Hindu, Singaraja), lomba membuat dan membaca puisi ( di gedung Department Agama Hindu,Singaraja). 

Selama Trisilia SMA kelas 3, Trisilia sudah mengikuti salah satu organisasi pramuka yaitu DKR. Trisilia mengikuti organisasi DKR  karena bisa menambah pengetahuan tentang pramuka,menambah pengalaman , dan juga ingin bergabung untuk mengembangkan organisasi pramuka kususnya di kwaran banjar. Kesan pertamanya mengikuti organisasi DKR yaitu ” Pertama bersyukur karena bsa bergabung di dkr ,dengan bergabung di DKR kak bisa jdi lebih banyak pengalaman dan tau tentang pramuka ,asik dan seneng banget bisa bergabung di dkr karena kakak pembina dan sesama anggota itu sudah seperti keluarga, dan dengan bergabung di dkr rasa malu dan rasa minder kalau ketemu temen baru tu jdi hilang , sekarang kalo ketemu temen baru tu kek santai, enjoy gitu” katanya. Trisilia menjadi anggota DKR dan bertugas sebagai seksi Evaluasi.

Selama Trisilia mengikuti kegiatan pramuka ada pengalaman yang tidak bisa dia lupakan yaitu Pengalaman saat bergabung menjadi anggota  DKR dan Saka Wira Kartik ,dimana saat itu blm tau apa, blm kenal siapa-siapa. “syukurnya DKR smua welcome, mengikuti perekrutan SWK,blm tau apa itu SWK blm tau apa itu krida, trus langsung simulasi lomba disna. Naik sungai turun sungai , berbaur sma temen”.Paparnya Meceritakan Pengalaman.

Gusti Ayu Komang Tri Silayani

Disambungnya, kegiatan tersebut merupakan kegiatan sekabupaten buleleng., “pkoknya setiap pos Ada krida dan parah kak belum tau apa-apa, saat lomba saka bhayangkara buleleng ,saat lomba krida”nya masih bingung dan di krida TPTKP namanya Disana Kita banyak kekurangan saat melakukan simulasi nya. saat mengikuti kegiatan KIM (kursus Instruktur muda buleleng) ,nah kak sma temen kak cwo lgi 1 kita blm tau apa” ,kita ngikutin kegiatan itu 3hari 2 malam ,dmna kita punya tmn baru lgi hehe ,nah prtama tu ada tes krna pengetahuan blm sbeerapa jd dpt nilai kecil ,dn next kita belajar tiap harinya slama 3hri 2 malam itu blajar 2-3 jam rehatnya cm 10-15 menit aja ,udh smua peserta ngantuk ,pkoknya blajar bnyak banget ,nah hari terakhir tu kita isi kek outbound gitu ,duhh tu seru banget jadi lebih akrab sm temen” yg lain ,dan akhir isi tes lagi dan syukur dpt nilai yg lumayan krna udh ada pengetahuan. Dari pengalamannya itu dia mengikuti semua kegiatan itu dari nol, ketika Trisilia belum mengerti/mendalami pramuka. Dia pun mengikuti itu karena  punya rasa ingin tau yang tinggi,ingin belajar,selain itu kita tidak boleh sombong ,pokoknya tetep merendah aja” kata Trisilia.

Sekarang Trisilia sudah menjadi mahasiswa di UNDIKSA, dan Cita-citanya adalah menjadi seorang bidan alasannya menjadi bidan yaitu agar bisa mengabdi pada masyarakat agar jiwa sosial kita di pramuka itu berguna dan dijadikan bekal untuk kedepannya.

Dan Pesan Trisilia bagi anggota DKR baru, tetap jaga nama baik DKR Banjar,jika ada masalah sesama anggota selesaikan baik” jangan dipendam sendiri,atur manajemen waktu yg baik,klo misalnya saat pertemuan maupun saat berbincang via WhatsApp tetap jaga kesopanan,kedisiplinan,dan rasa saling menghargai ,dan juga ayoo kita saling merangkul untuk dkr banjar,nikmati proses untuk mencapai tujuan bersama dan jaga solidaritas ingat,pahami dan laksanakan  TRI SATYA dan DASA DHARMA dengan baik. Selain pesan, ada juga harapan Trisilia  bagi seluruh DKR Bajar semoga bisa melanjutkan atau mengikuti jejak kk” kalian di dkr agar tetap eksis dan Jaya selalu ,semoga segala sesuatu yg kita harapkan bersama bisa tercapai walaupun banyak rintangan,stay positif thinking dan tetap semangat.

Nama penulis : Ni Luh Gede Eka Putri Aprilianti

Bidang : Kegiatan Kepramukaan

Kategori
Biografi

WahyuViking : Pramuka Sebagai wadah belajar Public Speaking.

Putu Wahyu Kerta Mahendra

Halo teman-teman, kali ini saya akan membahas Profile dari salah satu anggota Dewan Kerja Ranting Banjar angkatan  2018/2019.

Siapakah itu?

Nah, ia bernama Putu Wahyu Kerta Mahendra atau yang kerap di panggil WahyuViking. Semenjak berumur 7 tahun, ia mulai menimba ilmu di Sekolah Dasar yang terletak di daerahnya itu. ya SD N 2 Pedawa. Semasa dia bersekolah di sana, ia sempat mengikuti lomba akademik yakni lomba cerdas cermat, serta ia juga aktif dalam bidang non akademik yaitu olahraga seperti atletik.

          Kemudian, setelah lulus dari sekolah dasar ia melanjutkan ke SMP Negeri 4 Banjar.  Disana ia juga aktif dalam bidang non akademik, yakni pernah mengikuti sebuah perlombaan silat. Setelah 3 tahun berada di sekolah tersebut iya kemudian lulus dan melanjutkan pendidikannya di bangku SMA Negeri 1 Banjar. Tidak kalah dengan pengalamannya di SD maupun SMP, saat ia mulai menjadi siswa SMA ia mengikuti berbagai kegiatan di sekolahnya. Tidak hanya di sekolah, tentunya iya juga berperan aktif di organisasi masyarakat desanya. Ia mengikuti berbagai organisasi seperti Pencinta Alam Kayoman, serta Sitembak Ranting Pedawa.

           Oke, kembali ke pengalamannya di sekolah, di sekolah SMAnya ini ia  semakin giat dalam berlatih sampai akhirnyah Organisasi di tingkat kabupaten, yakni Forum Komunikasi Osis Buleleng atau trendnya Forkom Buleleng . Di organisasi ini ia menjadi kordinator di sekbid olahraga ia berhasil meraih juara 2 tarung kelas F putra, serta juara 1 seni beregu. Ia juga berperan aktif dalam sebua.Pemuda kelahiran 9 September 2001 ini, juga aktif di dalam organisasi siswa intra  sekolah(OSIS) sebagai wakil ketua OSIS.

Tidak hanya itu, karna iya sangat menyukai organisasi tunas kelapa, ia pun memutuskan untuk aktif  dalam bidang kepramukaan. Sebenarnya, ia mengikuti kegiatan ini semenjak duduk di bangku SD, namun ia kembali mendalaminya ketika iya menginjak kan kakinya di SMA Negeri 1 Banjar. Disana ia mulai mengikuti berbagai organisasi kepramukaan. Berawal dari organisasi ambalan Mahadewa-Mahadewi, kemudian ketika ia mulai duduk di bangku kelas Xl ia mengikuti organisasi kepramukaan yang ada di Kwartir Ranting Banjar, yaitu Dewan Kerja Ranting (DKR).

Di organisasi ini, ia berperan sebagai koordinator bidang evaluasi. Disini pengalamannya semakin bertambah.Iya sempat ikut Menjadi ketua panitia pada saat lombaDKRCOM-1,dan menjadi sie lain dalam kegiatan lainnya. Tidak mau melewatkan kesempatan untuk menambah wawasan, ia juga ikut serta dalam saka Bhayangkara serta saka Wira Kartika.

Seperti orang-orang pada umumnya, setiap mengikuti suatu hal tentu saja ada tujuan yang melekat pada dirinya.Ya,seperti halnya wahyu ini, yang memiliki berbagai tujuan  dalam mengikuti organisasi DKR tersebut. Salah satunya, ia ingin  mengasah kemampuan berbicara didepan umum, ingin menjadi seorang pemimpin dan ingin mencari banyak pengalaman dan kesibukan diluarrumah.Meskipun ia sering menghadapi berbagai jenis masalah,namun itu tidak mematahkan  semangat nya. Apalagi ada satu hal yang  ia ingat bahwa ada tugas dan kewajiban yang harus ia emban dan harus terselesaikan sebelum purna. Itulah  yang selalu membuat semangatnya terus membara hingga kini.

Bagi pemuda asal pedawa ini pramuka sangatlah penting, iya mengatakan bahwa pramuka merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat. Dimana Pramuka merupakan salah satu organisasi positif yg mampu mengasah pendidikan mental dan karakter.Serta di Pramuka juga Mendapatkan berbagai pengalaman – pengalaman baru yang sangat mengesankan. Apalgi  bagi pemuda Pencinta alam dan suka berpetualang seperti wahyu ini.Tidak hanya itu, tetapi Pramuka juga mampu memberikan berbagai dampak positif lainnya bagi dirinya sendiri.

          Wahyu Viking merupakan sosok pemuda tangguh dan sangat bertanggung jawab,sertakemampuanya dalam berbicara di depan umum cukup terbilang luar biasa.Tidak mau menyimpan berbagai motivasi yang didapatnya, iapun sering membagikan  motivasi-motivasinya itu untuk adik” pramuka lainnya. Selain itu ia memiliki harapan besar pada adik”nya agar mampu melaksanakan berbagai tugas dengan baik. Iya sempat berkata

 “ Semoga kedepannya DKR BANJAR selalu eksis, terus berkarya dan semakin dikenal. DKR BANJAR harus jauh lebih baik dari yg sekarang dan semoga tidak sampai tenggelam lagi ”, tidak hanya itu, ia juga berharap agar adik”nya mampu mengemban tugas dan kewajiban dengan baik, serta selalu semangat dan tidak pernah menyerah d alam hal apapun.

Penulis : Nyoman Ika Pitriani

Sie      : Kajian Kepramukaan

Kategori
Biografi

Arya Purna : ternyata ikut Pramuka merupakan keputusan yang tepat.

gede arya purna

I Gede Arya Purna atau juga sering dikenal dan akrab disapa Arya ini merupakan sesosok anak Pramuka yang saat ini menjabat sebagai Ketua DKR Banjar. Pria kelahiran Cempaga, 02 Juli 2003 merupakan anak pertama dari pasangan Made Redana dan Luh Puriati.

  Pria lulusan SMP N 1 Banjar ini melanjutakan pendidikannya di salah satu sekolah sekolah menengah atas swasta di Buleleng yaitu SMA Taruna Mandara. Disana ia termasuk siswa yang aktif dan juga memiliki banyak kemampuan. Ia memiliki kemampuan akademik diatas rata-rata teman yang lainnya, begitu pula pada bidang non akademik ia tergolong aktif dalam club volley yang diikutinya dan juga aktif sebagai karateka yang saat ini sudah mencapai sabuk coklat.

                Berbicara tentang Arya purna memang tidak bisa lepas dari kata Kepramukaan. Meskipun sebenarnya jika dihitung – hitung waktu keikutsertaannya didalam Organisasi Kepramukaan ini belumlah terlalu lama, namun ilmu yang ia miliki dalam urusan Kepramukaan tidaklah bisa diremehkan. Karena kemampuannya yang mumpuni, membuat ia sanggup menjadi pramuka sejati dalam kurun waktu yang tergolong singkat ini.

Arya Purna pertama kali mengenal atau mulai memasuki hal yang berbau Kepramukaan ini sejak SMP kelas 2. Peria yang akrab di sapa Arya ini mengatakan bahwa ketika itu awalnya ikut Pramuka karena menjadi Pengurus OSIS, dan OSIS pada saat itu diminta untuk mengikuti Pramuka. Maka dari itu ia mulai ikut Pramuka. Namun menurut Arya, ternyata ikut Pramuka merupakan keputusan yang tepat. “Pada awalnya memang saya ikut Pramuka karena OSIS diminta untuk ikut juga, namun setelah join ke Pramuka, saya menjadi menyukai Pramuka karena saya merasa Pramuka itu menantang, seru, dan kreatif”. Ungkap kakak sulung dari Kadek Denis. 

  Arya menjelaskan bahwa baginya setelah join ke Pramuka itu memang terasa berbeda cara pandang yang dimiliki. “Setelah masuk Pramuka itu terasa berbeda, kita itu menjadi lebih sadar kalau hidup itu perlu persiapan yang matang untuk masa depan”. pungkas Arya.

Kemudian segenap pengalamannya didalam Kepramukaan, ia menjelaskan bahwa setelah mulai join ke Pramuka, ia mulai aktif berorganisasi dalam Pramuka. Bahkan ia hampir terpilih ikut Lomba Tingkat (LT-III), namun karena ketatnya persaingan akhirnya ia hanya bisa menjadi cadangan. Ia juga pernah mengikuti Lomba Smanbara Scout Competitin (SSC) saat duduk di bangku kelas 2 SMP dan kembali mengikutinya pada kelas 3 SMP mewakili pangkalan bersama regunya.

Selain itu, ia pernah mengikuti Lomba Gempita Pramuka Smansa (GPS). Ketikamenginjak bangku kelas 3 SMP, Arya terpilih menjadi Pratama masa bhakti 2017-2018 di SMP N 1 Banjar kala itu di yang menjadi tempatnya bernaung. Melanjutkan kejenjang SMA, kiprahnya di dunia Kepramukaan sempat meredup karena ia bersekolah di sekolah berasrama yang tergolong baru kala itu. Namun akhirnya setelah beberapa saat terhenti, kiprahnya kembali berlanjut setelah ia lolos seleksi DKR Banjar dan terpilih menjadi Ketua DKR Banjar. 

Selanjutnya, ia juga mengikuti Saka Bhayangkara dan juga terpilih menjadi Satin didalamnya. Pengalaman lainnya yang ia miliki adalah, ia pernah mengikuti Lomba Lokabhara, menjadi Panitia Lokabhara ke X, pernah mengikuti Perkemahan Wirakarya Daerah Bali dan bahkan juga mendapatkan penghargaan ketika itu. Saat ini ia sudah tergabung kedalam Scouts Journalist, dan juga telah tergabung kedalam Pramuka Peduli Buleleng dibawah bimbingan BPBD Buleleng. Dan terakhir ia mengikuti Musppanitra Cabang Buleleng sebagai perwakilan dari DKR Banjar dalam agenda pemilihan DKC Buleleng yang baru. 

Penulis : I Komang Bayu Krisna Kartika

Bidang  : Kegiatan Kepramukaan

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai