
Nah kali ini, kita akan memperkenalkan salah satu anggota DKR Banjar masa bakti 2018/2021. Pingin tahu? Yuk kita ulas lebih lengkapnya lagi dibawah ini :
Siapa yang tidak tahu sosok pria berbadan tinggi, hitam manis namun dikenal sebagai orang yang berjiwa tertutup atau bisa dikatakan pendiam dan kaku. Ialah Ida Kade Okarmita seorang pria kelahiran Banjar, 5 november 1997. Dia kerap dipanggil Okar dikalangan teman-temannya. Ia adalah seorang siswa SMA N 2 Banjar, dan kini ia sudah menamatkan dirinya di sekolah tersebut.
Okar tinggal di Dusun Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Ia tinggal bersama kedua orangtuanya. Ayahnya bernama Ida Ketut Oka dan Ibunya yang bernama Dayu Putu Astiti. Okar merupakan anak kedua dari 2 orang bersaudara.
Seperti yang kita ketahui, Okar dikenal sebagai anak yang pendiam, namun dibalik sifatnya itu, Ia merupakan sosok yang tegas. Semenjak sd, Ia sudah tertarik dengan kepramukaan. Namun, ia belum mengikuti kegiatan kepramukaan. Tapi, saat Ia menginjak smp, tepatnya kelas 1 di SMPN 1 Banjar, Ia mulai terbuka dan menggeluti dunia kepramukaan. Dan saat itulah pertama kalinya Ia mengenal pramuka lebih dalam.
Dimasa smp ini dia banyak mempelajari tentang materi kepramukaan. Mulai dari PBB, knotting, kompas, hingga materi umum tentang kepramukaan. Di smp Ia tak banyak mengikuti kegiatan perlombaan, karena banyaknya persaingan. Setelah Ia menamatkan dirinya di Smp, kemudian Ia melanjutkan study nya di SMA N 2 BANJAR.
Seperti sebelumnya, Okar masih mengikuti dunia kepramukaan di jenjang sma. Kemudian pada tahun 2018 Ia mulai aktif mengikuti pramuka di luar sekolah. Seperti, mengikuti Saka Wirakartika dan Dewan Kerja Ranting (DKR) Banjar. Semua itu tercapai karena keinginan dan tekat yang kuat dari dalam dirinya.
Pengalaman Okar selama mengikuti kegiatan kepramukaan,pramuka itu sangat menyenangkan,kalau ada kegiatan kepramukaan pasti seru,pramuka itu memiliki banyak kegiatan.
Okar pernah mengikuti lomba dari smp seperti lomba,LT-III di Patas,lomba semanbara di SMA Bali Mandar,dan waktu SMA dia mengikuti lomba campuonsip di Dodiklapur,satu lagi lomba Lokabara.
Dengan banyaknya kegiatan kepramukaan yang diikuti, tidak membuat Okar melupakan kewajibannya baik sebagai seorang anak maupun siswa. Sehingga dari hal itu, Ia harus mampu membagi waktunya dengan bijak. Karena baginya pramuka itu bukanlah penghalang dirinya untuk berkarya, melainkan pendukung baginya untuk menjadi lebih baik. “ Sepadat apapun kegiatan prauka saya sebagai seorang anak ya harus bijak membagi waktu antara kegiatan, orang tua dan sekolah saya”. Ungkap pria yang memiliki hobby memancing itu.
Okar menambahkan, hal menarik dari kegiatan kepramukaan itu ialah mengikuti perkemahan dan melakukan kegiatan ekstra pramuka. Maka dari itu ia pun mulai mengikutin kegiatan kepramukaan pada masa SMP sampai dengan SMA. “Dalam Pramuka hal yang paling menarik menurut saya yaitu saat latihan pramuka dan Kemah tentunya. Tanpa Kemah Pramuka itu berasa ada yang kurang, bisa di bilang Pramuka tanpa kemah bukan pramuka namanya. jadi pramuka itu kemah kegiatannya yang paling utama.”Pungkasnya.

Pesan Okar,semoga yang ikut pramuka jadi betah trus smngat mengikuti pramuka dan smoga juga pramuka selalu jaya.
Nama penulis : Ida Kade Amerta
Bidang : Kegiatan Kepramukaan















